Suluk Pesisiran Padang Mbulan

Ter ilhami oleh Habib Anis di Pati yang setaiap bulan ngundang saya dalam acara suluk maleman, dengan orkes samapak gusurannya, maka Masjid Agung Jawa Tengah, menghubungiku. Kyai Najib dan Kyai Budi Harjono,untuk membentuk pengajian yang menyejukan hati. Pengajian yang boleh di hadiri berbagai umat, agama, suku bangsa dan keturunan serta derajat apapun.

Maka dalam rapat singkat di Masjid Soko Tunggal di pilihlah majelis budaya sembari ngaji itu dengan nama “SULUK PESISIRAN PADANG BULAN”. Di adakan di halaman Masjid Agung dengan didukung tiga pilar Pesantren Soko Tunggal, Pesantran As Sajad (Kyai Najib) dan Pesantren Cintanya Kyai Budi.

Musik taman hati dan Umi Khulsuman di hadirkan bersama gending jawa. “Yang penting ngumpul dan berbagi cinta” kata Kyai Budi.

Penagajaian yang mengemukakan keberagaman, sentuhan cinta ala ruymi dan iqbal memang semakin jarang di muka bumi, maka kyai-kyai yang gemar budaya itu jadi tergugah menggerakan aset Masjid Agung, jaman Gubernur Mardianto itu sebagai khasanah dan taman persemaian agama damai. Semoga penagajian selapanan setiap tanggal 13, 14 atau 15 itu lancar.