Rumah Tua Itu Bernama Ka’bah

Rumah para Nabi, ya rumah tua itu bernama Ka’bah. Ada ditengah lembah Bakah, yang dulu menjadi pusat edarnya dunia. Semua mata kini tertuju kesana, merintih dan mengalunkan desah nafas – nafas keimanan.
Ya.. Ka’bah adalah rumah tua yang sudah berusia ribuan tahun. Bahkan konon ada yang menyatakan rumah ini awal mula dibangun oleh Nabi Adam. Setelah di turunkan dari Janah. Adam dan Hawa menemukan dirinya masing – masing diatas tanah Sindu (Jawa Dwipa, Cina dan India) sedangkan Hawa di daerah Jeda. Pertemuan di tanah Arofah di gunung rahmah.

Maka kemudian membuat tempat peribadatan awal mula di daerah Bakah. Yang dulu menjadi pusat edar bumi. Namun demikian tidak ada catatan yang outentict yang menyebutkan hal tersebut. Namun Al Qur’an secara rinci menjelaskan bahwa Ka’bah (Rumah Tua) itu dibangun oleh Abraham atau Ibrahim bersama putranya Nabi Ismail.
Dalam surat Al Baqoroh ayat 127, disebutkan “wa idz yarfa’u Ibrohimul qowai’da minal baitiwa ismaie’lu robbana taqobal minna innaka antas samie’ul aliem (dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan dasar – dasar baitullah bersama Ismail (seraya berdoa) : Ya Tuhan kami terimalah dari pada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau yang Maha mendengar dan Maha mengetahui).

Dan juta manusia di dunia sekarang mulai mendekati titik pertemuan antara Hawa dan Adam. Di Padang Arofah. Semoga amereka ketemu Allah, karena disanalah panggung konser doa yang di tonton dan di pamerkan Allah di hadapan milyaran malaikat dan iblis serata setan, seraya Allah berfirman lihatlah umat manausia, umat Muhammad datang kepadaku dengan dua lembar kain, tidak bersisir tidak memakai wangi – wangian, dia tinggalkan negeri, kekayaan anak dan istri, jabatan dan pangkat hanya untuk ku. Maka saudaraku jika engkau belum sowan ke sana sekurang – kurangnya jangan kotori dirimu dengan dunia. Labaik allahuma labaik.