Bahaya Tragenitika

Saudaraku, semalam Pesantren kedatangan tamu dari Universitas Veteran, Prof. DR. Bambang dan Ahli pertanian genetika Kang Rois, mereka menjelaskan adanya kemajuan dan kesesatan pola pikir manusia. Kebiasaan kita makan Kool (culbis) yang mulus atau jagung yang besar-besar, yang mulus dan tidak ada cacatnya ternyata tidak demikian halnya dengan isi kandungan yang ada di dalam tanaman dan buah pertanian itu, misalnya kolbis yang digambarkan mulus dan tidak kena bekas makanan ulat itu bukan mulus asli tetapi mulus yang teracuni. Kolbis di suntik dengan genetika racun kalajengking, sehingga ulat tidak doyan karena akan membunuhnya. Tetapi kolbis itu justru di konsumsi manusia. Tanaman model begini benihnya sudah mulai menyebar dari luar negeri ke Indonesia demikian juga jagung transgenik yang di cangkok dengan genetika manusia bisa menumbuhkan buah sedemikian hebat.

Kebiasaan memakan makanan produk luar negeri ini akan menjadi manusia Indoanesia sebagai tabung sampah santet modern yang ketika di pencet kode tertentu akan menjadi liar dan tidak beradab. Pola inilah yang disampaikan ke santri Soko Tunggal Sermarang. Sebagai gantinya masyarakat petani pesantren harus berswasembada pangan sendiri, memberdayakan ekonomi sendiri dengan memanfaatkan lahan sekitar masjid dan pesantren dan melibatkan rakyat dengan menggunakan lahan sempit atau bertanian polibek.