Riyadlohan

Sahabat FB dan para Santri ketika saya dulu diketemukan Gus Ali Mashuri Tulangan Sidoarjo dengan Gus Miek dan sahabatnya Gus Aziez Tegalrejo Salatiga, kemaudian mereka memintaku membuat pesantren. Demikian pula ketika ketemu Mbah Dimyati Kaliwungu dan Mbah Kholil Sonhaji Sucen Purworejo, saya masih ragu. Ketika sowan ke Simbah Dollah Salam diantar Simbah Liem (Muslim rifai imam puro klaten) dan Mbah Dullah Pati, serta Mbah Sahal, saya juga di tegaskan sudah saatnya laku istiqoomah tidak blayangan ke kuburan-kuburan lagi.

Saya silaturahmi ke Gus Mus dan kakaknya Gus Kholil Bisiri, saya ngeluh karena diminta buat pesantren. Padahal ilmu saya itu pas-pasan, Gus Mus malah mesem dan mengajaku nonton bola di TV. Padahal di depan rumah beliau sedang diadakan muktamar PPP, dengan jagonya Hamzah Haz dan Mathori Abdul Jalil yang akan menggantikan Buya Ismail Metareum.

“Hahahahahahaha gak usah pusing gus”. Gak usah mikirin politik nonton bola saja seperti saya ini, kata Gus Mus dan kemudian saya malah diminta membacakan sebuah puisi karangannya “kerudung putih” kalau tidak salah judulnya. Waktu itu Gus Staquf Yahya baru lulus dari IAIN Yogya, masih kencur banget.

Saya makin gamang saja, baru setelah di minta untuk istiqoroh, untuk melihat kemungkinan kedepan PPP, saya mulai mantab. Dalam istiqoroh itu muncul cahaya dua yang satu bulat yang satu segi empat semua sama-sama menuju ke langit. Lalu Gus Kholil mengajak saya naik kijang hijau di sopiri sendiri dan membalap kenceng banget. Kang Gus Nuril melihat isyarohnya begini-begini, Gus sampai cerita sendiri ke Kang Sahid gus, lalu saya ceritakan wiridan asma qomar saya di tengah laut dan hasilnya seperti tersebut diatas. Kyai alhamdulillah itu lalu mengatakan, kudu “Furqoh”.

Saya tidak faham dengan kalimat ini, ternyata belakangan hari baru ngeh setelah Kang Mathori Abdul Jalil kalah menyalonkan diri jadi ketua DPP PPP , Padahal dio dukung Gus Dur CS. Yang menang Hamzah Haz yang lebih di dukung orde baru, maka kelompok sesepuh itu memisahkan diri termasuk Gus Mus dan Gus Dur mendirikan PKB. ini namanya furqoh itu, nah di sela-sela menyampaikan hasil khabar langit itulah, saya sampaikan kepada Mbah Sahid soal perintah dan dawuh para kiyai sepuh agar saya bikin pesantren, tidak mewarisi pesantren yang sudah ada.

Syaratnya harus riyadloh gus, kata Mbah Sahid Sulang Kemadu. Sejak saat itulah kami riyadloh dan banyak menemukan jawaban doa dari Allah. Oleh sebab itu sahabat semua dan santri Soko Tunggal jangan lupa nanti malam datanglah ke pesantren An Nuriyah Sokotunggal Semarang, Jl. Sendang Guwo Raya No.40 untuk riyadlohan, mulai riyadloh dan sholat malam sekitar jam 22.00.

Kita akan kembali menyantelkan diri di Arys Allah dengan melantunkan madah hati menirukan kalamNya, jangan lupa ajak temen-temen anak dan istri dan di sediakan kopi dan singkong goreng, hahahahaha.

Mas Timur Cs monggo rawuh, juga Kang Palal dan semua sahabat FB yang deket.