Lahirkan Dirimu Menjadi Suci Kembali

Saudaraku, lahirkan dirimu menjadi suci kembali. Karena engkau berasal dari kesucian Illahi. Dari Nur Muhammad, Nur yang terpuji yang sumbernya Nur Allah itu sendiri. Ketika alam “alastu bi Robbikum”, engkau menjawab “qollu balla sahidna”. Maka untuk memperkaya pengalamanmu di dunia, kadang berjalan di jalan terang benderang tetapi kadang jalan mu hitam kelam. Itu tidak menjadi masalah.

Jalan hitam mu tidak akan merubah ruh mu yang putih bak mutiara. Maka kalangan sufi menamainya dengan mustika mutiara ruh. Jalan hitam itu engkau tempuh karena dorongan nafsu ingin mengecap barang sedikit rasa dunia. Ruh mu tetap putih, kehitam dan kegelapan akan sirna begitu engkau mulai membakarnya dalam rangkaian puji dan dzikir dalam untaian istigfar dan sholatmu.

Maka sesuai dengan fitrahmu, engkau akan bosan sendiri dengan hitam, engkau jenuh sendiri dengan kekotoran, engkau akan kembali dalam celupan cinta Allah yang senantiasa terpampang di lauhul mahfud, innalloha ghofurur rohim. Maka fasabih bihamdi robbika wastagfir.

Ibarat anak-anak, Allah melihatmu dengan senyum, melihat kenakalan dan sifat sok tau mu akan urusan hidup dengan tawa. Kenakalan mu mewakili jumbuhnya cinta Allah, karena engkau berasal darinya, bahkan engkau sudah di buatkan bejana surga, maka ketika engkau keluar dari koridor cinta, itu tidak mengapa. Itu hanya perasaanmu saja.

Apalah engkau ini, sehabat apa engkau ini, semua kejadian itu innalloha ala kulli syaiin qodir, berdasarkan qodrat irodat Nya. Semua bergerak dan berputar atas ijin Nya. Maka jika engkau mulai melewati batas, Allah akan memperingatimu dengan cinta juga. Agar engkau tidak di serobot setan dan di thothol pithik. Nah ketika cintanya datang dalam bentuk sakit, miskin dan lemah, tersia-sia dan terhina oleh sesama, maka engkau akan merengek dan kemanjaan mu dalam doa segera dikabulkan dan engkau tentram lagi.

Mekanisme
Allah bahkan menyediakan dzikir sebagai penyeimbang hati, pembersih hati dan penguat energi untuk kembali ke jalannya. Maka hitam mu yang selegam apapun tidak akan mengotori ruh Nya yang dititipkan disimpan dalam jasad mu. Kalaupun toh doamu memohon “Allahuma nuruhu fi sirri , wasirruhu fi kholqi , ahfina an uyuni nadhirina wa taghina kulubil hasidzina, kama ahfaita ruhha fil jasadi,innaka ala kuli syai in qodir” itu hanya asbab saja. Karena Allah sesungguhnya sudah menyiapkan mekanisme ampunan dan cinta yang luar biasa. Menghadirkan Nur Nya dan memberi nama Nur Muhammad untuk cinta Nya kepadamu.

Jika engkau terilhami menuju terang, itu hanyalah penyesuaian wadah, karena engkau aslinya terang yang menyejukan. Jadi, bukan terang yang memanaskan sebagaimana kejadian setan dan jin. Engkau ahsanitaqwim, sesempurna-sempurnanya mahluk. Engkau tinggal bertasbih, dirimu akan menuju ke jalan suci dan di sucikan oleh Yang Maha Suci. Bahkan untuk mekanisme ini Allah sendiri menurunkan Nur Nya, yang pada setiap preodisasi berubah nama. Mulai dari Adam AS hingga bapak orang beriman sedunia Ibrahim AS.

Dari Abraham AS kemudian ke Musa AS dan Harun AS terus ke Daud AS dan Sulaiman AS. Lalu bergerak menuju ke Zakariya AS wa Yahya AS,  yang kemudian diteruskan oleh Isya AS disempurnakan oleh Muhammad SAW.
Maka memperingati Natalnya Isya dan Maulidnya Nabi besar kita, itu bukan hanya dengan hura-hura tetapi longok hatimu dan terangi relung qolbumu, lahirkan diri mu yang berasal dari Nya itu dengan kesucian “Idzaja anas rullohi wal fathu wa ro aitanssa yadkhuluna fi diinillahi afwajang”. Maka : fasabih bihamdirobika was taghfir maka engkau akan lahir bersama nabi mu menuju kepada pertaubatan yang memurnikan cahaya ruh mu, selamat Natal dan selamat Maulid.

Bocah Angon
Bapakne Salman Al Farizi
( Nuril Arifin)