Buka Matamu dan Istigfarlah

Ya benar ternyata dosa itu seperti debu. Ketika melekat susah lepas, jika kita biarkan dia akan menumpuk dan mengaburkan mata hati. Menutupi kepekaan sapta pangrungu mu dan melumpuhkan sapta pandalu mu, sehingga derajat kita melebihi rendahnya binatang jika debu dosa dan kesombongan untuk datang dan mohon ampun tidak kita lakukan. Semua Nabi merasa dholim di hadapan Nya, masaih kita tetap ponggah hidup di atas dunia ciptaan Nya?

Saudaraku, buka matamu dan beristighfarlah. Apa sih beratnya istighfar, membuang ludah butuh energi untuk mendorong dahak, ber-istighfar itu tidak butuh apa-apa, hanya beberapa syaraf kebaikan yang berkonstraksi. Pertanyaan adalah, apa kita masih mempunyai syaraf itu. Iya tho?