Haul Gus Dur ke-6 di Ngopi Bareng Gus Nuril

Tanggal 11 Februari 2016 kemarin bertempat di Ponpes Soko Tunggal II Rawamangun asuhan KH. Nuril Arifin Husein, MBA yang akrab disapa Gus Nuril. Acara Haul Gus Dur ke-6 sekaligus peluncuran acara perdana yang digagas para santri Soko Tunggal bernama “Ngopi bareng Gus Nuril”.

Konsep yang digagas adalah gabungan dari pengajian dan dialog kebangsaan, dalam rangka Haul Gus Dur ini membawa tema “ Teladan Gus Dur untuk Generasi Penerus Bangsa” yang dihadiri lebih 500 orang, terdiri dari berbagai unsur Nahdliyin, seperti dari Pagar Nusa, IPPNU, PMII, Ansor dan juga dari para pemuka tokoh agama dari Kristen, Hindu, Budha dan Konghucu.

Narasumber yang hadir antara lain adalah : Romo Frans Magnis Suseno, KH. Maman Imanulhaq, KH. Wahid Maryanto dan KH. Nuril Arifin Husein, MBA sebagai tuan rumah serta di moderatori oleh Mohammad Guntur Romli.

Dalam rangkaian pembicaraan para narasumber mengetengahkan bahwa Indonesia dengan keanekaragaman suku, agama dan budayanya sangat rentan untuk dipecah belah dari ideologi radikal, oleh karena itu sebagai bagian dari elemen masyarakat baik dari agama manapun, dari suku manapun ketika merasa adalah warga Negara Indonesia sudah menjadi kewajibannya untuk mempertahankan Pancasila dan keutuhan NKRI dari ideologi-ideologi radikal. Teladan Gus Dur yang harus diingat generasi muda adalah bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia rumah bersama bagi semua warga yang berlainan Suku dan Agamanya agar dapat hidup berdampingan dengan semangat toleransi dan gotong royong.

Dalam Penutupnya Gus Nuril memberikan petuah “orang boleh saja berpakaian islam tapi sesungguhnya tidak islam, orang bisa tidak berpakaian islam tapi perbuatannya islami maka titik puncak agama adalah kesalehan sosial, bukan hanya pintar atau kesalehan di masjid-masjid saja”.