Egois Beribadah adalah Jaring Kehampaan Amalmu

Saudaraku, ajaran semua Nabi adalah mentauhidkan Allah dan memuliakan kemanusiaan. Maka ketika kemuliaan manusia yang sudah di setempel Allah sendiri untuk dirimu dan jangan engkau rusak. Kecenderungan beribadahmu yang berlebihan sehingga melupakan sisi kemanusiaan, tidak peduli kepada yang miskin. Itu adalah jaring iblis yang melahirkan kehampaan amalmu.

Fenomena yang terjadi sekarang ini, banyak yang menjungkir balikan khaidah amaliyah. Demi kelancaran lalu lintas, pedagang kaki lima pun di habisi. Gubug-gubug di bongkar, si miskin terusir entah kemana, hanya untuk memberi ruang nyaman bagi yang kaya. Padahal tujuan nasional kita justru mengamanatkan kepada pemerintah untuk mengangkat derajat si miskin agar dapat sekedar hidup dan menyambung nyawa.

Membayar tentara dan mengupah Polisi untuk membersihkan rakyatnya sendiri adalah kedholiman yang sejenis dengan ibadah kepada Tuhan-mu tanpa peduli terhadap aspek pendusta agama. Yaitu membiarkan fakir miskin dan anak yatim, merebut hak hidupnya dan hak berkaryanya dengan alasan ibadah kepada Allah atau keindahan kota. Coba bandingkan dengan teladan para Nabi :

“Rosul sudah ketemu Allah dan di muliakan, tetapi beliau turun lagi ke bumi untuk mengentaskanmu dari comberan, rumah gubug dan masyarat hina. Bahkan turun ke kerak neraka untuk menyelamatkanmu, hanya karena mulutmu pernah berucap “Allahumma salliala Sayyidina Muhammad

Abah Salman Al Farizi
( nuril arifin husein)