Adakah Rindu di Hati

“Subhanallah, Walhamdulillah, Walailaha illallah, Wallahu Akbar, Wala haula walaquwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim”

Langkah kaki disertai dengan dzikir ini menyemati ruh seseorang dalam Sya’i. Gerak dzikir yang disertai gerak ini menyertakan semua ion dan sel tubuh, ehingga melahirkan sublimasi diri dalam kristal indah yang berasal dari anasir jasad dan ruh dalam keluruhan ibadah seorang ahli abid yang rindu.

Menjaga stamina rindu ini esensinya, hidup seorang pecinta kepada dzat yang Maha Cinta, membutuhkan vitamin dan penjagaan stamina, sekaligus meneguhkan sebuah konsep bahwa : “sesungguhnya tidak ada cinta tanpa rindu dan tidak ada rindu yang terlestarikan tanpa cemburu untuk tetap dalam gapaian jiwa ini” puncak ruhnya “kul ingkuntum tuhibunalloh fa tabi’uni. Yuhbib kumulloh ,wa yaghfirlakum dunubakum wallohu ghofururohim”, saudaraku.

Sederhana saja, bagaimana mungkin engkau mencintai tanpa merindui. Bagaimana mungkin engkau mencinta jika sekedar cemburupun engkau tidak miliki. Maka tanda cinta adalah cemburu yang membiru karena kekasihmu berpaling kepada yang lain atau menempatkanmu hanya berserak di luar orbit cinta-Nya.

Padahal Cintamu hanyalah sebuah aksi yang akan melahirkan reaksi, ketika engkau wujudkan cintamu dengan mendatangi sang Maha Kekasih, yang Maha Rahmad, yang Maha Menghidupimu dengan bion-bion nutrisi kemulyaan yang memupuk kehidupan oxigen cintamu.

Ketika engkau mengalirkan rindu, maka Allah akan mengguyurmu dengan rahmat dan kasihnya tanpa terperi, ketika cemburumu engkau tampil didalam bentuk penyingkapan dan penyingkiran yang lain. Sebagaimana talbiyahmu “la syarikalak” maka namamupun akan melekat, karena Allah juga Maha Cemburu, sehingga mengingatkan mu jangan ada dusta diantara kita, jangan serikatkan aku, kecuali aku murkai engkau dengan menisbikan ampunan. Bukankah kemusyrikan itu bentuk kekafiran yang sangat dholim.

Ada contoh indah seirang pecinta yang demikian mesranya. Ikuti jejaknya, agar engkau termasuk orang yang ingat jalan untuk kembali ke nempelkan dadamu di rumah-Nya, di hijr Ismail-Nya, di pintu Taubat-Nya atau mengikuti jejak Sayidina Umar ibn Khothob yang selalu melelehkan air mata di depan pintu surga dibawah talang emasnya dilingkungan hijr Ismail.

Rindu Aisyah ra
Sebagaimana cemburunya Aisyah , yang menggelora ketika ingin sholat di dalam Ka’bah. Tetapi cemburu itu di balut rindu oleh ngendiko Rosul Muhammad, wahai kekasih yang dirindui, engkau cukup sholat di hijr Ismail, tunjukan rindu dan Cemburu mu kepada umat bahwa engkau adalah umirul mukminin.

Seandainya semua mendaki puncak cintanya ditandai dengan sholat di dalam ka’bah yang kini tertutup kiswah ,lalu bagaimana dengan umatku nanti yang ingin melampiaskan rindu. Ketahuilah kelak umatku akan menebar di seluruh dunia dan itu menjadi kebanggaan di hadapan nabi-nabi yang lain. Lalu umat sebanyak itu akan menirumu dan meniru ku sholat di dalam Ka’bah. Mungkinkah semua tertapung.

Jika ujud pelampiasan cinta dengan sholat di dalam ka’bah, karena mereka mencontohmu dan mencontohku. Lalu mendapati keadaan bahwa itu tidak mungkin karena sempitnya. Maka sesempit apapun ka’bah mereka akan memasukinya.

Maka cukup cemburumu engkau pulas dengan cintamu dan rindu mu.seorang pecinta cukup melihat sang kekasih, bahkan bersimpuh di kakinya pun cukup. Seandai engkau hanya memenuhi cemburu tanpa balutan rindu. Padahal engkau adalah ilmu betapa uamtku akan mengikutimu wahai istri Rasul ?

Sesungguhnya masih banyak yang tidak memahami mengapa orang sering melakukan umroh di bait Allah. Padahal jawabannya sederhana,bagaimana ,ungkin engkau mengaku cinta jika tkdak memiliki rindu dan cemburu yang membakarmu untuk bersua ?

Maka jangan engkau bandingkan sebuah amalan dengan amalan cinta. Jangan engkau bandingkan memberi makan dan bersedekah kepada si miskin dengan perjalanan sulukmu ke tanah suci. Menolong orang miskin dan anak yatim adalah peneguhan iman dan aqidah jalan mu. Tetapi mencapai tataran rindu yang penuh cinta yang engkau cukupkan pelampiasnnya di hadapan bait Nya adalah lain hal nya..dan itu titik kesempurnaan. Saya meragukan engkau mencintai jika engkau tidak memiliki rindu. Aku meragukan engkau memiliki rindu jika engkau terpuaskan dengan hanya menyebut tanpa ,enemukan dan menjumpai Nya. Titip cinta rindu dan cemburu adalah prnyatuan akan perjumpaan dengan Nya, meskipun sekedar melongok Bait Nya…abaik Allahuma labik……aku rindu kepada Mu ya Allah ya Robb…..

Cah Angon edisi Rindu
Abi Salman Al Farizi
Nuril Arifin, retaj tower zam zam
Makah 29 Maret 2016